Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Farah.ID

Parahnya David dan Marah Ayahnya

OLEH: DJONO W OESMAN
  • Jumat, 24 Maret 2023, 15:26 WIB
Parahnya David dan Marah Ayahnya
Rekonstruksi penganiayaan Davis Ozora oleh Mario Dandy Satrio/RMOL
LEWAT sebulan, David Ozora (17) yang dianiaya Mario Dandy (20) masih belum sadar. Bahkan, terancam kerusakan saraf permanen. Sungguh memprihatinkan. Terlebih, ayah David, Jonathan, masih terbawa emosi hingga kini.

Jonathan vie Twitter @seeksixsuck, di saat sebulan David koma, 20 Maret 2023 menulis begini:

“Di hari ke 30 ini, ular-ular beludak itu mau pake permaafan saya saat itu. Untuk meringankan mereka kelak.”

Dilanjut: “Saya tarik ucapan itu. Saya tulis di sini, di depan anak saya yang detik ini belum sadar, masih berjuang karena kerusakan berat pada saraf otaknya. Ia bernapas melalui trakeostomi dengan luka lubang di kerongkongan dan ditanam infus vena besar di bahu kiri, menggunakan selang NGT untuk makan dan minum.”

Lalu: "Aku rela kamu tidak pernah mengingat apa pun, terutama malam itu. Jangan pernah kamu ingat apa pun. Berjuang-lah untuk hal baru nak!”

Akhirnya: "Biar aku saja yang mengingat itu. Dan membuat mereka yang sakiti kamu tahu, dan paham, apa itu ikatan darah.”

Ucapan terakhir itu, jelas Jonathan ingin membalaskan sakit anaknya. Dalam negara hukum, orang dilarang membalas keburukan orang lain melalui perbuatan di luar hukum. Sebab kalau dilepas, ini bakal jadi hukum rimba.

Ada kalimat “ular-ular beludak”. Berkonotasi menghewankan orang. Ditujukan ke orang-orang yang coba menawarkan damai, atau restorative justice.

Tapi Jonathan tidak sebut nama. Meskipun, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Reda Manthovani menawarkan damai saat ia menjenguk David di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Maret 2023. Reda tidak menawarkan damai, atau restorative justice, langsung kepada keluarga David waktu itu. Tidak. Melainkan, ia katakan tawaran tersebut kepada wartawan. Sehingga jadi publikasi menghebohkan.

Pernyataan Jonathan itu menegaskan, ia menampik semua tawaran damai. Bahkan ia tidak memberi maaf kepada keluarga Mario. Mengapa?

Ternyata ada beberapa hal yang memberatkan hati Jonathan memberi maaf. Terkait kondisi David, yang pada awalnya tidak dipublikasi media massa. Yakni, kondisi David di awal masuk rumah sakit.

Dijelaskan, David mengalami kejang-kejang selama 2 x 24 jam setelah dianiaya Mario. Itu terjadi saat David dilarikan ke RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Lantas, pihak RS Permata Hijau merujuk David ke RS Mayapada, Setia Budi, Jakarta Selatan yang dinilai punya peralatan lebih canggih.

Jonathan: "Perlu diketahui bahwa sejak kejadian 20 Februari 2023, David koma dengan respons yang sangat memprihatinkan. Kejang-kejang selama 2 x 24 jam di Medika kemudian dirujuk ke Mayapada.”

Hal baru lain yang belum banyak ditulis media massa adalah kerongkongan David. Ada lubang di kerongkongan David. Jonathan menyebutkan, David terpaksa bernapas melalui trakeostomi dengan lubang di kerongkongan.

Soal kondisi fisik David itu kurang kredibel jika dijelaskan Jonathan. Memang, Jonathan menjelaskan itu berdasar keterangan dokter yang menangani David. Tapi, tetap saja bisa salah.

Sebaliknya, dokter yang merawat David pernah menggelar konferensi pers, menjelaskan kondisi David, pada tiga pekan lalu. Kemudian tidak pernah ada laporan lanjutan.

Mungkin, tim dokter menilai, laporan lanjutan kondisi David kurang bermanfaat. Malah bisa membuat publik berpersepsi aneka macam. Dianggap lebih baik tanpa laporan publik. Sampai David sembuh.

Terpenting sekarang, harus ada anggota keluarga yang menenangkan Jonathan. Supaya tidak tersiksa emosi meluap terus-menerus. Ini menghindari dampak lebih buruk lagi.

Unggahan Jonathan yang lebih adem, juga banyak. Antara lain, begini:

“Don't CRY King David! kejadian yg kau alami akan dibayar mahal para pelaku dan kejadian ini juga yg menyingkap tabir di perilaku koruptif oknum di @KemenkeuRI @beacukaiRI. Kami semua mendoakan kesembuhanmu.”

Penganiayaan Mario terhadap David memang merembet ke mana-mana. Bukan saja ayah David, Rafael Alun dipecat dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Tapi Rafael kini masih diusut KPK. sebagian rekeningnya diblokir.

Juga merembet ke publikasi rekening Rp 347 triliun yang diduga sebagai kejahatan pencucian uang. Serta pejabat lain yang pamer kemewahan, diperiksa penyidik. Yang tanpa kejadian penganiayaan Mario terhadap David, semua itu tidak bakal dibongkar.

Penulis adalah Wartawan Senior
EDITOR: DIKI TRIANTO

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA