Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

PMM dan Transformasi Teknologi di Bidang Pendidikan

OLEH: AMIR FIQI*

Senin, 21 November 2022, 19:18 WIB
PMM dan Transformasi Teknologi di Bidang Pendidikan
Ilustrasi/Net
KEMAJUAN teknologi telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Hadirnya teknologi jika dimanfaatkan secara baik dan benar akan menjadikan aktivitas manusia berjalan efektif dan efisien.

Di tengah kehidupan yang serba modern saat ini, manusia tidak bisa terlepas dari teknologi, dari bangun tidur hingga tidur lagi teknologi selalu menemani aktivitas manusia. Maka itu, sangat disayangkan jika kemajuan teknologi tidak bisa dimanfaatkan secara baik dan benar dalam kehidupan kita.

Kemampuan kita dalam memanfaatkan teknologi di bidang apa pun akan membawa kita melompat lebih jauh dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Sebaliknya, ketidakmampuan kita dalam memanfaatkan kemajuan teknologi  akan membawa pada ketertinggalan.

Misalnya, bidang pertanian, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang tersebut, maka tujuan untuk memenuhi kemandirian pangan akan tercapai. Pun di bidang lainnya, bidang kedokteran siapa pun yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang tersebut akan mampu menjawab pelbagai permasalahan kesehatan dengan sains dan teknologi.

Maka itu, kemampuan memanfaat teknologi secara baik dan benar merupakan kunci keberhasilan dalam menjawab probematika yang dialami manusia dalam segala aspek. Dan barang siapa yang tak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi, bersiap-siaplah akan selalu tertinggal dan tergilas oleh perubahan zaman yang senantiasa bergerak dengan cepat tanpa henti.

Transformasi teknologi bidang pendidikan

Pandemi Covid-19 yang menerjang masyarakat dunia sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini telah memberikan pelajaran penting bagi semua Negara. Virus dari Wuhan yang menyebar ke seluruh penjuru dunia tanpa memandang negara dan bangsa ini telah mengubah cara beraktivitas manusia.

Sebelumnya manusia bebas melakukan aktivitas secara tatap muka tanpa rasa takut berubah total, kegiatan manusia sebagian besar dilakukan secara online/daring.  Manusia, tidak lagi bisa berkumpul dan bertatap muka secara langsung dalam melakukan aktivitasnya.

Misalnya, dalam melakukan pekerjaan tidak lagi di kantor tapi di rumah (work from home). Dalam pendidikan, kegiatan belajar mengajar juga tidak lagi dilakukan di sekolah tapi di rumah masing-masing melalui online atau daring. Hal ini ditempuh guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
 
Terbatasnya aktivitas manusia ini berdampak secara nyata di seluruh sektor kehidupan manusia. Misalnya, pendidikan menjadi salah sektor yang paling terdampak. Kondisi ini memberikan dampak yang kurang baik bagi proses pembelajaran, yakni terjadi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang dialami oleh peserta didik.

Maka itu, transformasi teknologi di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk mengatasi problematika di atas. Kerja mencerdaskan anak bangsa di tengah bandai pandemi Covid-19 harus terus berjalan dengan baik dan berkualitas.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja keras untuk memastikan proses pembelajaran terhadap peserta didik tetap berjalan. Sehingga pandemi ini tidak menjadi penghalang dalam kerja mencerdaskan anak bangsa.

Berkat kerja keras dan semangat gotong royong seluh pihak dan insan pendidik, pandemi ini telah menggugah kesadaran untuk melakukan transformasi teknologi di bidang pendidikan dalam waktu yang singkat.  

Melalui transformasi teknologi di bidang pendidikan yang dilakukan dalam waktu singkat ini telah memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh insan pendidikan di Tanah Air.

Transformasi tersebut yakni dengan diluncurkannya Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada peket kebijakan Merdeka Mengajar Episiode ke-15 oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim pada 11 Februari 2022 telah membawa arah perubahan pada pendidikan.  Sampai saat ini, platform tersebut telah digunakan lebih dari 1,6 juta guru. Menggunakan platform tersebut para guru semakin lebih mandiri. Melalui platform ini juga telah terbentuk lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru dan terkumpulnya lebih dari 55 ribu konten belajar mandiri.  

Dalam Rapat Kerja dengan dengan Komisi X DPR pada 26 September lalu, Mas Menteri menjelaskan, ada lebih dari 92 ribu konten pembelajaran telah diunggah oleh guru untuk menginspirasi sejawatnya. Dengan Platform Merdeka Mengajar ini, para guru dibantu untuk bisa saling menginspirasi dan mengapresiasi.

Upaya pemerataan kualitas guru

Pada era Merdeka Belajar, guru harus senantiasa berkolaborasi dengan sesama guru, karena berbagai tuntutan pembelajaran yang diharapkan berubah. Guru di era Merdeka Belajar harus selalu berinovasi dengan berbagai gaya dan media ajar. Informasi akan hal ini, kini bukan hal yang sulit diperoleh, karena sudah tersedia di Platform Merdeka Mengajar.

Banyak guru yang sudah mengakses Platform Merdeka Mengajar dan merasakan kebermanfaatannya. Misalnya  guru SMA Negeri 1 Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, Elsa Nofarita Haumeni  sangat merasakan manfaatnya adanya platform Merdeka Mengajar dalam menjalankan proses pembelajaran. 

Dan dia pun sangat senang kerena dapat mengikuti perkembangan pendidikan melalui fitur-fitur, seperti pelatihan mandiri, dan mendapatkan bahan ajar yang berguna di kelas.

Melalui platform tersebut dia juga sering mendapatkan inspirasi dari fitur “Bukti Karya” yang diunggah oleh rekan-rekan guru di seluruh Tanah Air. Dan dia merasa platform Merdeka Belajar membantu dirinya yang berada di wilayah 3T tidak tertinggal informasi dan perkembangan yang bisa diterapkan di kelas sehingga peserta didiknya bisa belajar dengan maksimal (Kompas, 31 Oktober 2022).

Adanya PMM ini, menurut hemat penulis juga menjadi salah jalan untuk pemerataan kualitas guru di seluruh Tanah Air. Melalui platform ini guru semakin mudah untuk belajar dan mendapatkan praktik baik dari guru-guru di seluruh Indonesia.

Selain itu, melalui berbagai fitur yang terdapat dalam PMM, seperti Asesmen Murid, Perangkat Ajar, pelatihan mandiri, komunitas, video inspirasi, dan bukti karya memberikan banyak manfaat seperti menambah inspirasi dan meningkatkan kompetensi.

Transformasi teknologi di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Kemendikbudristek merupakan terobosan kebijakan yang patut untuk mendapatkan apresiasi. Ini merupakan salah satu  jalan guna memajukan pendidikan di Indonesia jauh lebih berkualitas.

Sehingga, cita-cita pendidikan Indonesia yang tertuang dalam Pasal 3 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bisa terwujud. Yaitu, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dapat tercapai. Semoga.

*Pemerhati Pendidikan, saat ini tinggal di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten

ARTIKEL LAINNYA