Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

India Berusia 75 Tahun: Sebuah Festival Kebebasan untuk 1,41 Miliar Orang

OLEH: VEERAMALLA ANJAIAH*

Senin, 15 Agustus 2022, 12:45 WIB
India Berusia 75 Tahun: Sebuah Festival Kebebasan untuk 1,41 Miliar Orang
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Narendra Modi/Net
HARI ini, negara dengan seperenam populasi dunia, merayakan hari terpentingnya. Tidak lain adalah India, yang berpenduduk 1,41 miliar jiwa atau 17,7 persen dari populasi global, sedang merayakan kemerdekaannya yang ke-75 dari Inggris. Mereka menyebut perayaan itu sebagai Azad ki Amrit Mahotsav (Festival Kebebasan).

Tahun depan, menurut laporan PBB yang bertajuk “The World Population Prospects 2022”, India akan muncul sebagai negara terpadat di dunia dengan melampaui jumlah penduduk China yang kini 1,42 miliar.

India yang memiliki peradaban kuno berusia 5.000 tahun merupakan negara yang penting bagi dunia dan juga Indonesia. Baik Indonesia maupun India memiliki hubungan peradaban lebih dari 2.000 tahun. India adalah tetangga maritim terpenting dan mitra strategis Indonesia.

India, importir minyak sawit terbesar di dunia, adalah pembeli nomor satu minyak sawit, batu bara, karet, kertas dan rempah-rempah Indonesia. India merupakan pasar ekspor terbesar keempat bagi Indonesia setelah China, Amerika Serikat dan Jepang.

Selama paruh pertama tahun 2022, ekspor Indonesia ke India meningkat lebih dari dua kali lipat mencapai 11,45 miliar dolar AS, meningkat besar dari 5,56 miliar dolar AS dari periode yang sama di tahun lalu.

Total perdagangan bilateral juga melonjak ke rekor tertinggi 16,56 miliar dolar AS selama paruh pertama tahun 2022, meningkat 81,89 persen dari 9,5 miliar dolar AS pada tahun 2021 selama periode yang sama.

Setelah 200 tahun kolonialisme Inggris yang kejam, India merdeka pada tanggal 15 Agustus 1947. Penguasa kolonial membagi negara tersebut menjadi dua berdasarkan agama.

Pada tahun 1947, produk domestik bruto (PDB) India kurang dari 30 miliar dolar AS dengan 340 juta orang. Hanya 12 persen penduduk yang terbiasa menulis dan membaca.

Ini adalah kisah yang luar biasa bagaimana negara miskin seperti India telah menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia dengan 3,66 triliun dolar AS PDB hari ini, melampaui penguasa kolonialnya Inggris, yang PDB-nya sekarang 3,49 triliun dolar AS. Diharapkan India akan menjadi ekonomi terbesar ketiga setelah Jepang dan Jerman pada tahun 2030.

Dalam hal paritas daya beli (PPP), India sudah menjadi ekonomi terbesar ketiga.

Tentunya, India adalah negara yang unik.

“Sebuah negara yang telah menjadi republik demokratis, sekuler, berpemerintahan sendiri selama 7 dekade; salah satu yang mengalami transfer kekuasaan yang demokratis dan sebagian besar damai di skala nasional 16 kali sejak tahun 1947. Ini mungkin satu-satunya negara modern besar yang memulai hak pilih universal sejak hari pertama, memberdayakan setiap orang dewasa, pria atau wanita, kaya atau miskin, melek huruf atau tidak, Hindu atau Muslim, dengan suara 'astra' ajaib untuk membawa perubahan demi kebaikan,” tulis Ajit Ranade baru-baru ini di harian berbahasa Inggris Mint.

“Saat lahir, India merdeka sebagian besar buta huruf, sangat miskin dari eksploitasi kolonial selama berabad-abad dan menanggung aib kelaparan massal dan harapan hidup yang pendek.”

India adalah negara demokrasi terbesar di dunia yang tidak memiliki sejarah kudeta militer atau dominasi militer.

India adalah negara yang damai dan dapat diandalkan yang tidak pernah menyerang siapa pun. Tetangganya yang rakus, China dan Pakistan, menyerang India beberapa kali. Tetapi India membela diri dengan kuat dari agresi asing.

Perjalanan yang tidak mudah bagi India, yang berjuang keras untuk mencapai tahap sekarang.

Ekonomi

Selama periode Perdana Menteri India Narendra Modi, India telah meluncurkan reformasi besar-besaran untuk menempatkan negara pada lintasan yang progresif dan makmur.

Tahun lalu, ekonomi India tumbuh 8,7 persen, jauh lebih baik dari pertumbuhan China 8,1 persen. Tahun ini, India mungkin akan mengungguli China sebagai ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Tahun ini, ekonomi China tumbuh 4,8 persen di kuartal pertama dan hanya 0,4 persen di kuartal kedua. Ekonomi India tumbuh 4,1 persen selama bulan Januari hingga Maret 2022 dan diperkirakan akan tumbuh mencapai rekor 15 persen selama periode April hingga Juni.

India memiliki potensi besar untuk segera menggantikan China dengan demografi, pengetahuan teknis dan keterampilan manajemen yang unggul.

Investor global telah menyadari faktor ini dan mulai melihat India yang demokratis sebagai pasar dinamis yang menguntungkan. Pada tahun 2021, arus masuk investasi asing langsung (FDI) India mencapai 83,6 miliar dolar AS. Jumlah ini jauh lebih rendah dari China yang mencapai 181 miliar dolar AS tahun lalu.

Cadangan devisa India mencapai 572,97 miliar dolar AS pada Agustus 2022, terbesar kelima di dunia.

India saat ini mengekspor terutama layanan TI ($ 149 miliar), produk minyak bumi, obat-obatan (26 miliar dolar AS), komoditas pertanian (50 miliar dolar AS), permata, perhiasan dan produk kimia.

India membuat langkah besar untuk menjadi pusat manufaktur segera.

“Saat ini, negara ini adalah kekuatan ekonomi dengan kemajuan signifikan yang dibuat dari pertanian hingga teknologi luar angkasa, dari manufaktur hingga industri jasa, dari lembaga pendidikan kelas dunia hingga meningkatkan akses dan keterjangkauan layanan kesehatan untuk semua dan oleh karena itu mengangkat jutaan orang dari kemiskinan ekstrem,” tulis Nitin Naga, seorang eksekutif top Cloudnine Group of Hospitals, di harian Times of India.

Saat ini, India memiliki lebih dari 60.000 perusahaan start-up dan angka ini terus bertambah setiap minggunya. Unicorn di India telah berkembang sangat cepat. Pada bulan Desember 2021, India memiliki empat decacorn �" Flappart, Paytm, Byju's dan Oyo Rooms �" serta 90 unicorn.

India adalah hub terbesar ketiga untuk perusahaan-perusahaan unicorn di dunia setelah AS (487) dan China (301). Valuasi gabungan dari 90 unicorn ini, lebih dari 40 yang dibentuk pada tahun 2021 saja, lebih dari 300 miliar dolar AS.

India merupakan produsen baja kedua terbesar di dunia dengan produksi 118,1 juta ton pada tahun 2021.

Hal lain yang menarik tentang pertumbuhan ekonomi China dan India adalah dulu keduanya berada di kapal yang sama.

Misalnya, PDB China hanya 360,9 miliar dolar AS pada tahun 1990 sementara PDB India adalah 326,6 miliar dolar AS. Mulai dari tahun 1991, kedua negara telah memulai reformasi ekonomi yang dramatis.

Pada tahun 2000, PDB China mencapai 1,21 triliun dolar AS, kemudian menjadi 6,03 triliun dolar AS pada tahun 2010, lalu menjadi 14,86 triliun dolar AS pada 2020 dan 20,63 triliun dolar AS pada tahun 2022.

Pertumbuhan PDB India jauh lebih lambat dari China. Pada tahun 2000, PDB India mencapai 476,6 miliar dolar AS, kemudian menjadi 1,70 triliun dolar AS pada 2010, 2,66 triliun dolar AS pada 2020, dan menjadi 3,66 triliun dolar AS pada tahun 2022.

Ternyata, China sudah mencapai puncaknya dan kini giliran India yang menjadi ekonomi teratas dunia di masa depan.

Pertahanan

Menurut globalfirepower.com, India berada di peringkat keempat dalam hal kekuatan militer setelah AS, Rusia dan China. India memiliki 1,45 juta personel militer aktif, terbesar kedua setelah China.

Dalam hal belanja pertahanan, India memiliki anggaran militer terbesar ketiga di dunia.

“Pengeluaran militer India sebesar 76,6 miliar dolar AS menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Angka ini naik 0,9 persen dari 2020 dan 33 persen dari 2012,” kata Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) baru-baru ini.

Menurut Letnan Jenderal (purn) Syed Ata Hasnain, mantan jenderal Angkatan Darat India, ekonomi yang tangguh dan ketahanan energi adalah keharusan untuk menjaga keamanan suatu negara.

Apa prioritas utama untuk keamanan suatu negara?

“Bagi saya, stabilitas politik di Pusat adalah syarat terpenting bagi keamanan suatu negara. Pemerintah yang stabil dapat mengambil keputusan lebih cepat,” tulis Hasnain beberapa waktu lalu di harian New Indian Express.

Prioritas berikutnya adalah kebijakan penggunaan senjata nuklir.

“Mungkin sudah saatnya kita meninjau bagian 'No First Use' yang dinyatakan dari doktrin nuklir kita. Sebuah tinjauan tidak selalu berarti perubahan langsung; bisa jadi hanya sebuah perubahan kecil. Saya mematok keamanan internal (IS) sangat tinggi, melalui kekuatan masyarakat, intelijen, kontra-intelijen dan penargetan lanjutan jaringan ideologi dan pendukung lainnya,” ujar Hasnain.

India, kata Hasnain, membutuhkan peningkatan militer, peningkatan peralatan, induksi platform perang dan teknologi mutakhir.

Produksi Makanan

Selama 75 tahun terakhir, pencapaian terbesar India adalah mencapai swasembada pangan biji-bijian. Dulunya India menjadi penerima bantuan makanan pada tahun 1950-an dan 1960-an. Sekarang India adalah pengekspor bersih biji-bijian makanan.

Pada tahun 1950, total produksi pangan India adalah 54,92 juta ton dan sekarang mencapai 305,44 juta ton pada tahun 2020.

Revolusi Hijau pada tahun 1960-an telah merevolusi sektor pertanian India. Revolusi ini telah memberikan varietas tanaman hasil tinggi dan pupuk berkualitas meningkatkan produksi secara dramatis.

Kemudian datanglah Revolusi Putih pada tahun 1970, yang mengubah India menjadi produsen susu terbaik.

Saat ini, India adalah produsen gandum dan susu nomor satu, produsen kapas, tembakau, teh, gula, sayuran, buah-buahan, beras dan ikan nomor dua. India adalah produsen telur terbesar ketiga.

Pertanian India memberi sekitar 58 persen mata pencaharian bagi orang India. Ekspor pertanian India secara keseluruhan mencapai 50 miliar dolar AS pada tahun 2020-2021.

Pendidikan

Seperti halnya di Indonesia, akses pendidikan merupakan hak dasar setiap anak di India.

Ketika India merdeka pada tahun 1947, lebih dari 80 persen orang India tidak dapat menulis atau membaca. Saat ini tingkat melek huruf adalah 77,7 persen, sebuah pencapaian yang luar biasa.

Menurut Biro Informasi Pers, saat ini jumlah anak perempuan melebihi jumlah anak laki-laki dalam pendidikan sekolah. Jumlah sekolah di India telah melonjak menjadi 1,5 juta sekolah pada tahun 2020, dibandingkan dengan hanya 140.000 sekolah pada tahun 1947.

Demikian pula, jumlah perguruan tinggi (colleges) telah meningkat menjadi 42.343 perguruan tinggi pada tahun 2022, lompatan besar dari hanya 578 perguruan tinggi pada tahun 1950 sementara jumlah universitas meningkat menjadi 1.043 dari 27 pada periode yang sama.

India memiliki tenaga kerja terampil terbesar di dunia. Banyak dokter India yang berbakat, spesialis IT, ilmuwan, profesor, ekonom, jurnalis, insinyur, manajer dan pekerja terampil saat ini bekerja di seluruh dunia.

Menurut sorotan Migrasi Internasional PBB 2020, India memiliki diaspora terbesar di dunia dengan 18 juta orang dari negaranya yang tinggal di luar tanah air mereka. Diaspora China berjumlah 10 juta orang.

Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Malaysia menampung jumlah migran terbesar dari India.

Diaspora adalah pendorong yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan di India. Misalnya, orang India yang tinggal di luar negeri setiap tahun mengirim sekitar 100 miliar dolar AS kembali ke rumah, 20 persen dari jumlah ini berasal dari AS saja. Pada tahun 2021, remitansi global dari pekerja migran mencapai 470 miliar dolar AS.

Kesehatan

Orang-orang menyebut India sebagai "apotek dunia". India adalah produsen obat-obatan terbesar ketiga berdasarkan volume. Obat-obatan berkualitas jauh lebih murah daripada negara-negara Eropa dan Amerika.

Selama pandemi Covid-19, India telah membantu lebih dari 100 negara.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan meningkatnya persyaratan vaksin secara global, sektor farmasi dan perangkat medis India telah memainkan peran yang sangat diperlukan. India menempati peringkat ke-3 di seluruh dunia untuk produksi farmasi berdasarkan volume dan ke-14 berdasarkan nilai. Kami ingin memperkuat kemitraan dengan komunitas internasional untuk mempertahankan momentum di tahun 2022,” ungkap Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti baru-baru ini.

Akses dan keterjangkauan layanan kesehatan secara keseluruhan telah meningkat pesat selama 75 tahun terakhir. Sekarang India memiliki 1 juta aktivis kesehatan sosial yang terakreditasi untuk mensukseskan program imunisasi di seluruh negeri.

Harapan hidup (life expectancy) India sekarang 69,55 tahun.

Sebagai kekuatan regional yang bertanggung jawab, India berkomitmen penuh terhadap perdamaian dunia, ketertiban berbasis aturan dan dunia multipolar.

Modi meluncurkan visi strategis India tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan inklusif pada bulan Juni 2018 di Singapura selama Dialog Shangri-La. Ia menekankan pentingnya ASEAN bagi Indo-Pasifik yang baru dan menolak segala upaya untuk menggambarkan Kawasan Indo-Pasifik sebagai klub dengan anggota terbatas.

India mendukung penuh persatuan dan integritas ASEAN. India menginginkan kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan dan sepenuhnya mendukung Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982.

India bergabung dengan dua grup Quad, satu di Indo-Pasifik dan yang lainnya di Asia Barat. India bergabung dengan Quad bersama dengan Jepang, AS dan Australia untuk meningkatkan kerja sama keamanan di Indo-Pasifik. Quad Asia Barat, yang fokus utamanya adalah untuk mendorong kerja sama ekonomi, terdiri dari India, Israel, Uni Emirat Arab dan AS.

Semoga India segera menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan menjadi negara maju pada tahun 2047.

*Penulis adalah seorang jurnalis senior yang berbasis di Jakarta
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA