Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Selamat Jalan Buya Syafii Maarif

OLEH: SUHENDRA YUSUF RATU PRAWIRANEGARA*

Jumat, 27 Mei 2022, 17:44 WIB
Selamat Jalan Buya Syafii Maarif
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif/Net
SAYA mengenal Buya sejak saya masih menjadi Mahasiswa di UII Yogyakarta. Buya sebagai Anggota Yayasan Badan Wakaf UII, kami sebagai petinggi Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM UII) sering rapat bareng beserta jajaran Rektorat saat itu (Dr. Mahfud MD masih menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Akademik).

Saat itu saya mulai bersimpati dengan Buya, yang dalam rapat-rapat tersebut selalu berlaku demokratis dan mendengarkan pandangan-pandangan kami dari unsur perwakilan mahasiswa.

Hingga pada akhirnya, kami mendaulat Buya untuk menjadi Rektor pada waktu itu. Saya dan kawan-kawan perwakilan mahasiswa mendatangi kediaman Buya di Nogotirto Sleman.

“Jangan saya, minta saja Pak Amien Rais atau yang lebih muda Pak Mahfud MD!” Begitu jawaban Buya saat kami diterima di ruang perpustakaan pribadinya.

Saya ceritakan peristiwa tersebut kepada Buya, saat kami bertemu tidak sengaja di lounge Garuda di Bandara Soetta tahun 2010.

“Iya saya masih ingat peristiwa itu.. Anda sekarang di mana?” Begitu Buya sbg orang tua yang selalu peduli kepada lawan bicaranya.

Selanjutnya peristiwa yang berkesan kembali saat saya bermaksud meminta dukungan Buya tentang sebuah peristiwa sejarah yang akan saya angkat dalam sebuah film. Sejarah dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Saya dukung anda!” Kata Buya saat itu.

Dukungan beliau diwujudkan saat beliau mengatur pertemuan kami dengan Ibu Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Dewan Pengarah (Pembina) BPIP, di kompleks Istana pada tahun 2018 lalu.

“Ibu Mega berkenan menerima anda dkk.” Begitu perkataan yang keluar dari seorang Buya Syafii Maarif.

Melalui Stafsus Bu Megawati, kami diberikan waktu yang singkat mengingat kesibukan Ibu Mega saat itu. Alhamdulillah kami secara khusus diterima Ibu Megawati yang mana beliau didampingi oleh Romo Benny saat menerima kami.

Diskusi dengan Ibu Megawati sangat cair dan penuh keakraban, sehingga waktu diskusi agak panjang dari jadwal yang diberikan ajudan. Pertemuan kami dengan Ibu Megawati ini pun tak terlepas dari endorsement yang dilakukan oleh Buya Syafii Maarif, sehingga Ibu Mega berkenan menerima permohonan silaturahmi kami.

Setelah pertemuan dengan Ibu Megawati, kami lalu melaporkan kembali hasil pertemuan tersebut kepada Buya Syafii.

Begitulah sepenggal kisah mengenal sosok seorang Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif yang saya kenal sejak awal tahun 90-an di Yogyakarta. Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikan yang telah diberikan selama masa hidupnya.

Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan sebagai seorang makhluk Allah yang tak luput dari kekurangan dan khilaf. Semoga surga diberikan Allah untuk Buya Syafii Ma’arif. Aamiin.

*Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana (Persero)
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA