Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kolosal

OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI
  • Kamis, 15 Juli 2021, 05:19 WIB
Kolosal
Tenaga medis saat menangani pasien Covid-19/RMOL
SEBAGAI negara 17 ribuan pulau, pemerintah Indonesia merasa berat untuk memberlakukan lockdown sebagaimana keberhasilan teknik isolasi yang digunakan oleh Tiongkok daratan.

Persoalan dasar yang dihadapi pemerintah Indonesia untuk memberlakukan lockdown adalah masalah kekurangan logistik, personal, partisipasi masyarakat sipil yang struktur kedisiplinan, kesadaran, dan tingkat partisipasinya untuk melawan Covid-19 tergolong rendah sebagai akibat dari struktur penduduk mayoritas pencari nafkah harian, serta kapasitas dukungan APBN yang mempraktikkan model defisit primer negative dengan defisit anggaran yang keberlanjutan.

Model penganggaran yang seperti ini mempunyai implikasi berupa efektivitas daya gerak pemerintahan sangat bergantung keberhasilan pendanaan dari surat utang negara. Juga sentimen perbedaan kelompok kepentingan.

Model serangan menuju puncak Covid-19 dalam 14 hari terakhir di Indonesia adalah Covid-19 jenis delta, yang mempunyai sifat kecepatan dan perluasan secara masif.

Delta masuk melalui jalur kapal laut terkait negara asal dari India dari jalur perdagangan, antara lain dari komoditas gula. Delta juga menginfeksi melalui jalur pintu masuk pesawat sewaan dari para pengungsi India.

Serangan delta ini mengingatkan jenis perang penyakit biologis virus secara kolosal, kilat, dan penularannya bersifat grafik exponential smoothing with trend adjustment. Bukanlah pola serangan musiman jangka pendek.

Secara khusus, penanganan infeksi delta pada kondisi nyata di Indonesia bergantung dari kegiatan isolasi mandiri. Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi yang terinfeksi terbanyak, karena potensi masuk serangan Covid-19 masuk berasal dari pesawat udara, perdagangan menggunakan kapal laut, dan mobilitas darat komuter Jabodetabek maupun moda transportasi darat antar provinsi di Pulau Jawa.

Dari penduduk yang terkonfirmasi total di DKI Jakarta sebanyak 689236 kasus, maka kemampuan penanganan perawatan dalam rumah sakit adalah sebanyak 90062 pasien, di mana sisanya berupa isolasi mandiri sebanyak 86,93 persen.

Dari yang terkonfirmasi terinfeksi tersebut, korban yang terlaporkan meninggal dunia sebesar 1,4 persen dan kegiatan ekspansi pemakaman korban Covid-19 sudah sangat bermasalah serta mengguncang emosional kesedihan yang mendalam secara kolosal.

Kata kunci optimisme berupa infeksi ringan yang “berhasil” ditangani menggunakan isolasi secara mandiri, yaitu untuk di DKI Jakarta berjumlah 86,93 persen. Titik kritis berada pada ruang perawatan yang daya tampung sebesar 13,07 persen. Inilah lokasi garis demarkasi pusat-pusat penanganan infeksi kronis.

Model antrean perawatan yang mengikuti rumus eksponensial sangat ditentukan dari kapasitas rumah sakit, yang ternyata lebih kecil dibandingkan jumlah pasien yang datang berobat.

Jadi, potensi keberhasilan pengendalian penanganan delta ini bergantung dari keberhasilan mobilisasi masyarakat medis “dadakan” untuk memperbesar kapasitas rumah sakit beberapa kali lipat, agar lebih besar dibandingkan jumlah pasien darurat yang datang.

Penulis adalah peneliti Indef dan pengajar Universitas Mercu Buana  
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA