Farah.ID
Farah.ID

Senang Terima Undangan Dari Yap Hong Gie

Rabu, 26 Mei 2021, 18:29 WIB
Senang Terima Undangan Dari Yap Hong Gie
Tokoh yang hadir di Peringatan 108 Tahun Mr. Yap Thiam Hien, S.H/Net
SAYA merasa senang sekali ketika menerima undangan terbatas dari Bang Yap Hong Gie untuk menghadiri Peringatan 108 Tahun Mr. Yap Thiam Hien, S.H., yang mana dalam acara tersebut diisi dengan Dialog terbatas tentang sosok, kiprah, dan dedikasi Mr. Yap Thiam Hien, S.H., dalam Penegakkan Keadilan Hukum dan Ham.

Sebagai penyelenggara Bang Hariman Siregar, menceritakan kedekatannya dengan "Oom Yap", sering berinteraksi dan mendapat nasehat dan pelajaran tentang hukum ketika mereka bersama-sama menjadi tahanan peristiwa "Malari" (Malapetaka Lima Belas Januari) tahun 1974.

Bagi saya sendiri, saya mengenal Oom Yap dari berbagai buku dan tulisan dari para tokoh senior Peradilan dan Hak Asasi Manusia.

Peran Oom Yap yang paling kentara dalam dunia hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia adalah kepeloporannya dalam masyarakat tentang pentingnya penegakan Hak Asasi, bedasarkan Hukum dan Keadilan/

Jika banyak Advokat lebih berkonsentrasi pada kasus-kasus yang membawa keuntungan materi berlimpah, Oom Yap lebih memilih jalan lain, Oom Yap membela kaum marjinal dan kaum tertindas dalam dunia politik.

Acara ini digagas adalah "bukan untuk menokohkan Yap Thiam Hien, namun untuk lebih mengingatkan bagaimana hukum harus bisa ditegakkan pada saat situasi saat ini di tengah carut marutnya penegakkan hukum", demikian kata pembuka yang disampaikan oleh Bang Yap Hong Gie.

Hadir dalam acara tersebut Bang Lieus Sungkharisma selaku MC, Pak Luhut Pangaribuan, Rasyid Nasution putra Bang Adnan Buyung, Pak Hendardi, Bang Ucok Chudry Sitompul, Bang Bursah Zarnubi, Bang Geisz Chalifah, Pak Sunardi, Pak Salim Hutajulu, Pak Zacharias Kleden (client YTH), Pak Baskoro dan Pak Dody Hidayat (Redaksi Tempo, 100 tahun YTH) dan Pak Edi Kesuma.

Lagi-lagi saya sangat beruntung karena pada acara Peringatan 108 Tahun Mr. Yap Thiam Hien, S.H., dihadiri oleh tokoh-tokoh yang bersentuhan langsung dan berkiprah bersama dengan Oom Yap sebagaimana kesan-kesan yang disampaikan oleh para tokoh dibawah ini:

1. Bang Hariman Siregar menyampaikan bahwa sosok Oom Yap lah yang mengajarkannya ketika Bang Hariman dipenjara, dengan menyampaikan "sebagai terdakwa jangan mau diperiksa sebelum saksi-saksi diperiksa" dari Oom Yap lah Bang Hariman begitu terkesan dengan prinsip yg dipegang teguh oleh Oom Yap yg berprinsip hukum harus tetap tegak meskipun langit runtuh.

2. Bapak Luhut Pangaribuan, adalah sosok yang sangat dekat dengan Oom Yap, Pak Luhut selama hampir 18 Tahun di LBH, kesan yg disampaikan oleh Pak Luhut, "Oom Yap adalah orang yang sangat lurus dan tegak lurus, mungkin Oom Yap itu adalah orang yang nggak ada dosanya", dari Oom Yap lah Pak Luhut menyampaikan bagaimana sumbangsih Oom Yap bagi penegakkan Hak Asasi Manusia dan Hukum di Indonesia, Oom Yap lah pendiri Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan pada tahun 1966 Oom Yap juga mendirikan Lembaga Pembela Hak Asasi Manusia (LPHAM) bersama-sama dengan H.J.C.Princen dan Ibu Aisyah Amini.

Menurut Pak Luhut, Oom Yap lebih banyak menberikan bantuan hukum pada kaum marjinal, juga tidak pandang bulu dalam memberikan bantuan hukum, seperti kepada tokoh-tokoh PKI, diantaranya kepada Abdul Latief, Sudisman dan mantan perdana menteri Subandrio.

Kedekatan Pak Luhut dan Oom Yap begitu erat, hingga pada saat Oom Yap wafat di Brussel Belgia, ketika Jenasah Oom Yap tiba dibandara, Pak Luhut yang pertama kali membuka peti jenasah Oom Yap atas permintaan Tante Yap, dan Pak Luhut juga yg memilih tempat di tanah kusir, tempat Oom Yap dimakamkan.

Dalam sambutannya Pak Luhut juga mengungkapkan bahwa "Oom Yap tidak perlu ditokohkan, karena Beliau adalah tokoh yang sangat lurus dan tegak lurus".

Perlu menjadi catatan bahwa Mr. Yap Thiam Hien, S.H., meninggal pada tanggal 25 April 1989 di Brussels, Belgia pada saat dalam tugas menghadiri pertemuan InterNGO Conference on Indonesia, suatu organisasi yang bertujuan mengembangkan partisipasi rakyat dan LSM dalam pembangunan masyarakat dan negara.

3. Pak Hendardi, Pak Hendardi berhubungan dengan Pak Yap ketika Pak Hendardi masih berstatus sebagai ketua di organisasi kemahasiswaan ITB, Pak Hendardi menyampaikan bahwa kiprah Oom Yap bukan hanya di tingkat nasional tetapi Oom Yap juga aktif di lembaga-lembaga internasional bahkan tercatat Oom Yap mendirikan 2 lembaga Juris di tingkat Internasional.

4. Bapak Zacharias Kleden adalah Klien Oom Yap, Pak Zacharias pada saat itu adalah terdakwa yang sedang dalam masa tahanan, ketika dalam penjara Oom Yap mendatanginya dengan membawa berita dari tempo tentang perkata Pak Zacharias dan kemudian menyatakan bahwa Beliau yang akan menjadi pembelanya, dalam persidangan yang panjang hampir 59 kali persidangan, Pak Zacharias diancam dengan hukum mati, namun berkat kegigihan dan perjuangan Oom Yap dalam mengungkapkan fakta-fakta hukum yg sebenarnya Pak Zacharias terbebas dari hukum, hingga diakhir kata sambutannya Pak Zacharias mengatakan " sangat berhutang budi kepada Oom Yap".

5. Bapak Salim Hutajulu, Pak Salim berkenalan dengan Oom Yap pada saat satu sel dalam penjara, pada saat bertemu Pak Salim masih berusia 23 tahun, Pak Salim adalah mahasiswa yg melakukan demo pada pemerintahan Orba dan Oom Yap ditahan oleh rezim karena keberaniannya dalam bersuara untuk kebenaran, banyak nasehat Oom Yap yg begitu melekat dihatinya, Pak Salim sendiri adalah mahasiswa di Fisip UI kala itu, yang kemudian bersekolah dan menetap hampir 4 tahun di London.

6. Bapak Sunardi, yang saat ini sudah berusia hampir 80 tahun adalah Advokat, yang bersama-sama dengan Yap Thiam Hien sebagai pengurus di Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN), organisasi yg didirikan dan sekaligus dipimpin oleh Yap Thiam Hien, yang dalam sambutannya Pak Sunardi menyampaikan bahwa Yap Thiam Hien berjuang menjadikan Advokat sebagai prosesi terhormat, di tengah berkembangnya issue mafia hukum pada saat itu sekitar tahun 1970, dan Yap Thiam Hien kala itu telah berjuang untuk menempatkan posisi Advokat sejajar dengan penegak hukum lainnya yaitu kepolisiaan dan kejaksaan.

7. Bang Ucok Chudry Sitompul, Bang Ucok mengupas sangat panjang tentang pentingnya peran Yap Thiam Hien sebagai pondasi penegakkan Hak Asasi Manusia dalam kerangka penerapan hukum di Indonesia.

Dalam sesi dialog yang menurut saya terlalu singkat karena waktu yang sangat terbatas, hingga saya berharap untuk even selanjutnya dapat dilaksanakan dalam forum yang lebih besar, karena bagi saya pribadi di masa sekarang ini bangsa kita seperti tidak mempunyai tokoh panutan.

Sosok Mr. Yap Thiam Hien adalah sosok dan tokoh yang akan tetap abadi dan terus menjadi cerminan bagi para advokat khususnya, bahwa hukum harus ditegakkan sebaik-baiknya, serta sehormat-hormatnya demi Kebenaran dan bukan demi Kemenangan.

Mr. Yap Thiam Hien, S.H. Lahir di Koeta Radja Aceh, 25 Mei 1913. Wafat di Brussels Belgia, 25 April 1989.

Eva Yulianti

ARTIKEL LAINNYA